Perbedaan antara Debrite & Turbidite terletak pada mekanisme transportasi arus-nya & pada hasil endapannya.Arus Debris biasanya terjadi pada daerah kering,dimana massa gravitasi jatuh pada slope dengan densitas sedimen yang sangat tinggi,dengan sedikit air (biasanya Lingkungan Terestris,dengan Kondisi Iklim arid / semi-arid),sehingga menghasilkan arus yang amat pekat & memiliki nilai Reynold yang rendah (Laminar).Sedangkan pada Arus Turbidit,umumnya terjadi di lingkungan dengan kadar air yang tinggi(Umumnya pada Lingkungan Laut,dapat juga pada Lingkungan Terestris tertentu(misalkan , Lakustrin),sehingga desnitas sedimen lebih rendah ketimbang arus debris,karena adanya ambient water,hal ini memungkinkan untuk terjadinya turbulensi,sehingga pada arus turbidit terdapat head,body,dan tail.

debris

GAMBAR 1 : DEBRIS FLOW
Sumber : http://www.geology.enr.state.nc.us/Landslide%20web%20version/Geologic_hazards_landslide_show/Slide3_660.gif  diakses pada 07/05/14 pukul 22.07 WIB

xfig11_23

GAMBAR 2 : TURBIDITY CURRENT
Sumber : http://www.geology.ohio-state.edu/~vonfrese/gs100/lect11/xfig11_23.jpg diakses pada 07/05/14 pukul 22.08 WIB

Akhirnya,hasil akhir dari Arus Debris yang disebut Debrite membentuk suatus struktur yang tidak teratur,baik Inverse Graded Bedding (jika wadah-nya sempit),maupun Graded Bedding (Jika wadahnya besar).Kedua hasil tersebut selalu diselingi butir-butir kecil sebagai matriks diantara butir-butir besarnya.

thumbs_early-miocene-limestone-comglomerate_debrite_gibson-beach

GAMBAR 3 : CONTOH DEBRITE
Sumber : http://www.anzsed.org/wp-content/gallery/cam-nelson/thumbs/thumbs_early-miocene-limestone-comglomerate_debrite_gibson-beach.jpg
Diakses pada 07/05/14 pukul 22.15 WIB

Sedangkan pada hasil Arus Turbidit,yaitu Turbidite hasilnya adalah Sikuen Bouma.

BoumaSeq1962

GAMBAR 4 : SIKUEN BOUMA
Sumber : http://www.sepmstrata.org/CMS_Images/BoumaSeq1962.gif
Diakses pada 07/05/14 pukul 22.21 WIB

Turbidite_Miocene_Gorgoglione Flysch_South_Italy

GAMBAR 5 : CONTOH TURBIDITE
Sumber : http://3.bp.blogspot.com/-0P74NhIZTAc/TxwyREd1ZRI/AAAAAAAAAwI/rdLQgNAhDmc/s640/Turbidite_Miocene_Gorgoglione+Flysch_South_Italy.JPG
Diakses pada 07/05/14 pukul 22.24 WIB

Deret Bowen : Suatu Pengantar

February 23, 2014

Deret Bowen adalah deret yang memperlihatkan diferensiasi mineral hasil pembekuan magma,berdasarkan pendinginan magma.Dalam susunan Deret Bowen ,temperatur pembentukan kristal – kristal mineral makin rendah,makin ke bawah.Mineral dalam Deret Bowen biasanya terbentuk pada batuan beku,karena batuan beku terbentuk dari hasil pembekuan magma.

Dalam magma,terdapat dua material dengan sifat yang berbeda,yaitu Volatil (bersifat menguap),contohnya Karbondioksida,air,dan fraksi gas,seperti CH4,HCl,H2S,SO2,NH3 yang menyebabkan magma dapat bergerak.Dan Non-Volatilyang merupakan material padat bersifat basa yang dijumpai pada batuan beku.

Deret Bowen menyimpan dua poin penting,yaitu tentang temperatur terbentuknya mineral,dan tentang sifat mineral yang terbentuk.Ketika magma bergerak menuju permukaan bumi,maka temperaturnya berangsur turun,dan mulai membentuk mineral.Mineral yang pertamakali terbentuk merupakan mineral – mineral yang bersifat basa,yang tersusun dari unsur-unsur magnesium,ferrum dan kalsium,contohnya Olivin dan Piroksen,lalu selanjutnya terbentuk mineral-mineral bersifat intermediet seperti hornblenda dan biotit,dan yang terakhir adalah mineral-mineral bersifat asam yang mengandung banyak silika dan alumina,seperti muskovit dan kuarsa.

Deret Bowen juga memberikan informasi soal kandungan asam-basa batuan berdasarkan kandungan silika-nya.Berikut ini klasifikasi batuan beku berdasarkan tingkat keasamannya :

– Kelompok batuan beku ultrabasa,contoh : Peridotit.Ciri-ciri : berwarna gelap/hitam,dengan komposisi olivin,piroksen dan plagioklas.

– Kelompok batuan beku basa,contoh : Gabbro.Ciri-ciri : berwarna gelap/abu-abu tua dengan komposisi plagioklas,hornblenda dan biotit.

– Kelompok batuan beku intermedier/sedang,contoh : Diorit.Ciri-ciri : berwarna agak terang/abu-abu muda dengan komposisi plagioklas,hornblenda,dan biotit.

– Kelompok batuan beku asam,contoh : Granit.Ciri-ciri : berwarna terang/abu-abu pucat dengan komposisi kuarsa,ortoklas,dan plagioklas/albit.

Gambar

Gambar 1 : Deret Bowen

Sumber : http://jersey.uoregon.edu/~mstrick/AskGeoMan/AskGeoImages/Bowen%27s.gif diakses pada 23/02/2014 pukul 02.19 WIB

Semakin ke bawah,dalam Deret Bowen,maka semakin tinggi derajat keasamannya dan semakin terang warnanya,akibat kandungan silika yang semakin banyak.

Kebalikan dari Deret Bowen,disebut Deret Goldich.Deret Goldich berceritera mengenai tingkat resistensi/kestabilan relatif mineral terhadap proses pelapukan.Semakin ke bawah (dalam Deret Bowen),semakin sukan melapuk.Olivin,augit,dan plagioklas (mineral bagian atas)mengandung banyak unsur Mg,Na,K,Ca yang mudah terlepas melalui pemecahan ikatan ionik dengan oksigen,sedangkan mineral bagian bawah Deret Bowen mengandung banyak Si,Al,dan Ti yang membentuk ikatan kovalen dengan oksigen sehingga pemecahan mineral lebih sulit ketimbang dengan ikatan ionik dengan oksigen.

Gambar

Gambar 2 : Deret Goldich

Sumber : http://myweb.cwpost.liu.edu/vdivener/notes/goldich.gif diakses pada 23/02/2014 pukul 02.37 WIB.

Deret Bowen dibagi menjadi dua bagian,yaitu seri reaksi kontinyu (sebelah kanan),dan diskontinyu (sebelah kiri).Berikut ini deskripsinya:

Deret menerus (kontinyu) umumnya berisikan mineral-mineral felsik (berwarna terang).Awal kristalisasi merupakan plagioklas yang kaya akan Ca dan di akhir Plagioklas yang kaya akan Na.Selama reaksi,bahan sebelumnya akan terbawa hingga akhir reaksi dalam larutan padat.

Deret tak menerus (diskontinyu) berarti adalah deret pada seri olivin ke bawah yang diwakili oleh mineral-mineral mafik yang berwarnagelap.Di awal pembentukan,terbentuk olivin (tetapi jika magma jenuh oleh silika,maka yang pertama kali terbentuk adalah piroksen).Olivin dan Piroksen merupakan pasangan Incongruent melting ,dimana pasca pembentukan olivin,sisa magma akan bereaksi membentuk piroksen ,maka sering kali olivin dan piroksen terbentuk bersama-sama (overlapping) dalam satu jenis batuan.Temperatur magma akan turun terus,hingga akhirnya terbentuk biotit.

Deret menerus dan tak menerus bertemu pada mineral Potassium Feldspar,lalu ke mineral muskovit,dan terakhir menuju mineral kuarsa.Mineral kuarsa merupakan mineral yang paling resisten dibandingkan seluruh mineral dalam Deret Bowen.

Ciri khas dari mineral Seri Bowen adalah sebagai berikut :

1.Olivin (Mg,Fe)2 Si 04

olivine-poland-DSC07813Gambar 3 : Olivin

Sumber : http://www.mineraltivadar.hu/Mineral/olivine-poland-DSC07813.jpg diakses pada 23/02/2014 pukul 02.56 WIB.

Berwarna hijau zaitun;skala kekerasan 6,5; Perawakan orthonombik,masif membutir;belahan tidak sempurna dengan pecahan sifat kaca/conchoidal,transparansi translucent;asosiasi batuan beku basa s/d ultrabasa,sering —> serpentin.

2.Piroksen (Mg,Fe,Ca) Si O3

Pyroxene14Gambar 4 : Piroksen

Sumber : http://volcano.oregonstate.edu/vwdocs/vwlessons/lessons/Slideshow/Show1/Pyroxene14.jpg diakses pada 23/02/2014 pukul 03.04 WIB

Berwarna cukelat dan hitam;skla kekerasan 6;bentuk prismatik pendek,menyerat,kilap agak buram;belahan baik,saling memotong tegak lurus dengan bentuk sayatan segi delapan.;Asosiasi batuan ultrabasa s/d basa;Sering terubah –> Khlorit.

3.Hornblenda Na Ca2 (Mg,Fe,Al)3 (Al,Si)8 O22 (OH)22

108hornblendeGambar  5 : Hornblenda

Sumber : http://hyperphysics.phy-astr.gsu.edu/hbase/minerals/imgmin2/108hornblende.jpg diakses pada 23/02/2014 pukul 03.13 WIB.

Berwarna hijau.cokelat,hitam;skla kekerasan 6;bentuk monoklin-prismatikpanjang,menyerat-membutir;belahan sempurna dengan sayatan segi enam;Asosiasi batuan beku (basa s/d asam) dan batuan metamorf.

4.Golongan Mika (berbentuk berlembar/memipih),antara lain :

– Biotit : Cokelat,hijau,hitam dengan skla kekerasan 3,belahan sempurna,asosiasi batuan beku intermedier s/d asam,dan batuan metamorf.

– Muskovit : Bening-pucat dengan skala kekerasan 2,5,transparan.asosiasi batuan beku asam s/d sangat asam,dan batuan metamorf.

– Khlorit : Hijau dengan kekerasan 2.sering berasosiasi dengan batuan teralterasi,dan sekis.

– Phlogofit : Cokelat pucat,kekerasan 2,5,monoklin-irregular platy,belahan sempurna.Asosiasi batuan ultrabasa,dan dolomit termetamorfosa.

micaceous

Gambar 6 : Contoh Batuan yang mengandung mineral dari Golongan Mika.

Sumber : http://0.tqn.com/d/geology/1/7/T/3/1/micaceous.jpg diakses pada 23/02/2014 pukul 03.23 WIB.

5.Golongan Feldspastoid (mineral yang kekurangan kuarsa),antara lain :

– Nefelin : Putih,abu-abu,cokelat,kekerasan 6,bentuk prismatik,memanjang heksagonal,masif granular.Belahan tidak sempurna dengan pecahan kaca.

– Leucit : Putih,abu-abu (agak buram),isometrik,kekerasan 6.Sering berasosiasi pada batuan vulkanik asam berupa mineral terisolasi (Fenokris).

– Sodalit : Biru,putih,merah jambu,kekerasan 6,masif-membutir-isometrik,belahan tidak sempurna,batuan nefelit syenit.

# > Nefelin (Na Al Si O4) + Silika ( Si O2) —> Albit (Na Al Si3 O8)

   >  Leucit (K Al Si2 O6) + Silika (Si O2) —> Ortoklas (K Al Si3 O8)

feldspat

Gambar 7 : Contoh Batuan yang mengandung mineral Feldspastoid

Sumber : http://www.galleries.com/minerals/silicate/feldspat.jpg diakses pada 23/02/2014 pukul 03.34 WIB.

6.Plagioklas (Na,Ca) (Al,Si)4 O8

PlagioclaseCleavage

Gambar 8 : Plagioklas

Sumber : http://www.pitt.edu/~cejones/GeoImages/1Minerals/1IgneousMineralz/Feldspars/PlagioclaseCleavage.JPG diakses pada 23/02/2014 pukul 03.37 WIB.

Putih,abu-abu,cokelat;kekerasan 6;perawakan triklin,prismatik,memipih,belahan sempurna,kadang-kadang masif membutir;kilap kaca;asosiasi batuan beku assam-intermedier-basa-ultrabasa.

7.Ortoklas/Mikroklin  K Al Si3 O8

6orthoclase-cleavage5 Microcline

Gambar 9 : Otrhoclas (atas),dan Mikroklin (bawah)

Sumber : http://skywalker.cochise.edu/wellerr/mineral/orthoclase/6orthoclase-cleavage5.jpg (ortoklas) ,dan  http://www.mchenry.edu/depts/EAS/courses/eas170/minerals/images/Microcline.jpg (mikroklin) diakses pada 23/02/2014 pukul 03.45 WIB

Putih-merah jambu;kekerasan 6;perawakan monoklin-prismatik,pipih-memanjang;masif/membutir;belahan sempurna,dan baik (pada dua arah);kilap buram;asosiasi batuan beku yang kaya akan kalium.

8.Kuarsa Si O2

quartz

Gambar 10 : Mineral Kuarsa

Sumber : http://www.mineralminers.com/images/phantom-quartz/polx/phqp178.jpg diakses pada 23/02/2014 pukul 03.50 WIB.

Tidak berwarna,putih,abu-abu,merah jambu,hijau,biru;kekerasan 7;pperawakan dapat berbentuk trigonal,rombohedral,prismatik,masif,membutir-iregular,kompak;kiap kaca lemah;belahan tidak ada;pecahan conchoidal;asosiasi batuan beku asam s/d sangat asam,batuan sedimen,dan batuan metamorf.

PUSTAKA

Deer,W.A. & Howie,R.A. & Zussman,J.1992.An Introduction to the Rock Forming Minerals,2nd Edition.Longmann Scientific anf Technical : London.

Adakah adagium nikmatilah hari itu benar? Entahlah…,mungkin waktu dan ruang yang semakin sempit ini yang menjawab.Hari ini,ya tepatnya pagi ini aku renungkan kembali hari-hari yang lalu,saat dapat masuk Institut ini,tanpa berpikir kapan aku akan keluar,dengan haru ataukah dengan tangis orangtua.Ah,aku sudah bosan membicarakannya….,mengkhawatirkannya…Biarlah hari ini kita nikmati untuk hari ini.

Berbulan – bulan ini,aku terus dibuai mimpi suatu saat menjadi ahli Paleoklmatologi,tanpa sadar IPK semakin menghujam bumi.Bweagam pendidikan,pelatihan,kemampuan yang aku asah seolah luruh ketika (mungkin) suatu saat nanti sang kapital memeriksa berkas ijazah.

Waktu semakin beranjak muda,dan nanti larut berubah perlahan jadi terang orok pagi di uatara Bandung.Dan aku masih terus berpikir apa gunanya hidup di dunia yang tidak seperti engkau bayangkan? Entah…

Usai Kajian Sastra Perkumpulan Studi Ilmu Kemasyarakatan ITB bersama Lingkar Sastra ITB

Suasana Kajian Perkumpulan Studi Ilmu Kemasyarakatan ITB 2014

Sejarah Pembentukan Bumi

February 21, 2014

Berdasarkan teori kabut,bumi terbentuk bersama-sama dengan tata surya ,kurang lebih 4,6 milyar tahun silam.Bumi terbentuk dari aglomerasi massa jagad raya yang telah mendingin.Dalam pada itu,dianggap bahwa selama perkembangannya,gas panas akan mengalami radiasi,dan kehilangan energi,sehingga lama-lama mendingin,terkondensasi,hingga akhirnya memadat.Gravitasi bumi menyebabkan terjadinya diferensiasi antara hasil kondensasi dengan gas,yang menghasilkan pneumoatmosfer,yang sangat berbeda dengan atmosfer resen.Selanjutnya,proses pendinginan akan semakin mempercepat proses kristalisasi di permukaan bumi.Berikut ini adalah tahapan-tahapan pembentukan bumu menurut Rittman,1982 :

– Jenjang pertama : Hilangnya gas hasil diferensiasi.

– Jenjang kedua : Pembentukan magma primer oseanik,melalui proses diferensiasi-kondensasi.

– Jenjang ketiga : Adanya Pneumoatmosfer,kerak simatik,magma primer oseanik.

– Jenjng keempat : Atmosfer tanpa gas oksigen,laut awal,sedimen,magma anatektik.

– Jenjang kelima : Terbentuknya Sial dan Sima.

Saat pertamakali terbentuk,bumi masih dalam keadaan cair pijar,belum terdapat atmosfer,sehingga hujan meteorit menjatuhi bumi tanpa ada yang menghalangi.Kondisi seperti ini,jelas tidak memungkinkan tumbuhnya kehidupan di bumi.Hal ini berlangsung hingga 3,5 milyar tahun silam.

Jejak kehidupan di bumi,baru diketahui yang tertua berusia 3,5 milyar tahun silam,berupa ganggang dan bakteri.Salah satu teori tentang asal-usul kehidupan di bumi diajukan oleh Harold Urey dan dieksperimenkan oleh Stanley Miller,menerangkan terbentuknya senyawa organik secara bertahap.Dimulai dengan bereaksinya bahan-bahan anorganik yang terdapat di dalam atmosfer primitif dengan energi halilintar,yang kemudian membentuk senyawa-senyawa organik kompleks.berikut ini skema-nya :

Gambar

Gambar 1 : Eksperimen Stanley-Miller tentang bagaimana kehidupan muncul

Sumber  : https://lh3.googleusercontent.com/-_XHIwVxsGbA/TXTjerGgIxI/AAAAAAAABls/zJGfLTj7Ipg/s1600/MILLER%2527SEXP.gif diakses pada 21/02/14 pukul 00.35 WIB

Meskipun masih ada keraguan soal teori tersebut,agaknya teori tersebutlah yang paling meyakinkan soal pembentukan kehidupan proto di planet ini.Salah satu contoh kehidupan awal yang terekam dalam bentuk fosil adalah Collenia sylindrica yang berusia 1 milyar tahun silam,dapat kita lihat di Museum Geologi.Bandung.

Gambar

Gambar 2 : Contoh Fosil Collenia sylindrica

sumber : http://www.h-uwa.jp/shirogeo/museum/02/02S01L.JPG

diakses pada 21/02/14 pukul 00.43 WIB

Daftar Pustaka

– Endarto,Danang.2005.Pengantar Geologi Dasar.Surakarta : UNS Press.

– Syarifin,___.Paleontologi Invertebrata.Bandung : Jurusan Teknik Geologi,FMIPA,Unpad

 

Gambar

Ada enam golongan batuan sedimen menurut R.P.Koesoemadinata,1980,yaitu :

 

Golongan Detritus Kasar : Merupakan golongan batuan sedimen yang diendapkan dengan proses mekanis. Termasuk dalam golongan ini antara lain, breksi (jika butirannya berbentuk meruncing),konglomerat (jika butirannya berbentuk membulat) dan batu pasir. Lingkungan tempat diendapkannya batuan ini dapat dilingkungan sungai, danau ataupun laut. 

 

Golongan Detritus Halus : Batuan yang termasuk golongan ini pada umumnya diendapkan dilingkungan laut dari laut dangkal sampai laut dalam dan juga di danau,dimana pada aliran turbidite. Termasuk golongan ini antara lain batu lanau, serpih, batulempung dan napal.

 

Golongan Karbonat : Batuan ini umum sekali terbentuk dari sekumpulan cangkang moluska, algae, foraminifera atau lainnya yang bercangkang kapur (biogenik),bisa juga karena pelarutan(kimiawi). Jenis batuan ini banyak sekali, tergantung material penyusunnya, misalnya batu gamping terumbu yang tersusun oleh material terumbu.

 

Golongan Silika : Proses terbentuknya batuan ini adalah gabungan antara proses organik, dan kimiawi untuk lebih menyempurnakannya. Yang termasuk golongan ini adalah rijang, radiolaria, dan tanah diatom. Batu jenis ini tersebar hanya dalam jumlah sedikit dan terbatas.

 

Golongan Evaporit : Pada umumnya batuan ini terbentuk dilingkungan danau atau laut yang tertutup dan untuk terjadinya, batuan sedimen ini harus ada air yang memiliki kandungan larutan kimia yang cukup pekat. Yang termasuk ke dalam golongan ini yaitu gipsum, anhydrit, batu garam dan lain – lain.

 

Golongan Batubara : Batuan sedimen ini terbentuk dari unsur – unsur organik, yaitu dari tumbuh – tumbuhan dimana sewaktu tumbuhan tersebut mati, dengan cepat tertimbun oleh suatu lapisan yang tebal diatasnya sehingga tidak memungkinkan untuk terjadi pelapukan terlebih dahulu. Lingkungan terbentuknya batubara sangat khusus sekali.

 

 

Paleontologi : MOLLUSCA

January 9, 2014

MOLLUSCA merupakan kelompok INVERTEBRATA yang diwakili oleh lebih dari 150000 makhluk hidup,dan ribuan yang telah menjadi fosil.

MOLLUSCA memiliki spektrum penyebaran biogeografi yang amat luas,mulai dari lingkungan akuatis (laut,payau,tawar) sampai dengan lingkungan terrestris (darat).Merupakan jenis Kingdom ANIMALIA yang paling sintas sepanjang waktu geologi,sehingga banyak digunakan sebagai fosil indeks.

Berikut ini adalah ciri-ciri umum dari Filum MOLLUSCA :

–   Mempunyai bagian tubuh yang lunak,dengan dilapisi bagian tubuh yang keras (test).

–   Masuk ke dalam INVERTEBRATA.

–   Mempunyai kemampuan adaptasi yang tinggi.

–   Muncul dari Kambrium hingga Resen.

–   Tubuhnya terdiri dari kaki,massa viscera,dan mantel.

–   Ukuran,dan bentuk tubuh sangat bervariasi.

Filum MOLLUSCA diklasifikasikan kedalam lima kelas,berdasarkan kaki dan bagian-bagian lunaknya.Berikut adalah klasifikasi daripada Filum MOLLUSCA :

–   Kelas AMPHINEURA = Fosilnya jarang ditemukan (Kambrium-Resen).

–   Kelas CEPHALOPODA = Fosil lazim ditemukan pada batuan Paleozoikum,sangat melimpah pada Mesozoikum.

–   Kelas GASTROPODA = Fosil melimpah,dan terekam luas (Kambrium-Resen).

–   Kelas PELECYPODA = Masuk dalam banyak genus ,dan spesies (Ordovisium Bawah-Resen).

–   Kelas SCAPHOPODA = Fosil jarang ditemukan dalam batuan lebih tua dari Mesozoikum.

1.Kelas AMPHINEURA

Amphineura hidup di Zona Litoral.Tubuhnya simetri bilateral,dengan kaki di bagian perut(ventral) memanjang.Ruang mantel dengan permukaan dorsal tertutup oleh delapanpapan berkapur,sedangkan permukaaan lateral mengandung banyak insang.

Amphineura bersifat Hermaprodit,fertilisasi eksternal.Contohnya Crypchtion sp atau kiton,hewan ini mempunyai fase larva Trokoper.

2.Kelas SCAPHOPODA

Dentalium vulgare adalah salah satu contoh jenis ini.Dentalium vulgare hidup di laut pasir/berlumpur.Hewan ini juga memiliki cangkang yang berbentuk silinder,yang kedua ujungnya terbuka.Panjang tubuhnya sekitar 2,5-5 cm.Dekat mulut,terdapat menangkap mikroflora dan mikrofauna.Sirkulasi air untuk pernafasan digerakkan kaki dan silia.Sementara itu,pertukaran gasa terjadi di mantel.

3.Kelas CEPHALOPODA

Berasal dari Bahasa Yunani,yaitu Cephalon : Kepala; Podos : Kaki.Berarti,CEPHALOPODA adalah MOLLUSCA yang berkaki di kepala.Kelas ini memiliki contoh yang amat terkenal,yaitu cumi-cumi dan sontong.CEPHALOPODA memiliki sepuluh tentakel (dua buah tentakel panjang dan delapan buah tentakel pendek).

4.Kelas PELECYPODA

Berasal dari Bahasa Yunani,yaitu Pelekys : Kapak Kecil; Podos : Kaki.Berarti,PELECYPODA adalah hewan yang berkaki mirip kapak kecil.PELECYPODA seringkali disebut LAMELLIBRANCHIA (berlempeng kecil),dan BIVALVIA (dua cangkang).

Hewan dari kelas ini memiliki insang,test dari kulit kerang,dimana dua cangkangnya dihubungkan dengan sistem engsel yang terdiri dari gigi,dan socket.Bagian dalam cangang ini dilapisi oleh membran yang tipis,dimana ke arah posteriorkulit mantel dapat membentuk saluran-saluran.Pada umumnya,PELECYPODA ysng hidup di lumpur,memiliki siphon yang lebih besar ketimbang yang hidup di laut.

Klasifikasi PELECYPODA didasarkan pada bagian tubuh tertentu,yaitu insang,susunan gigi dan otot penutup kelopaknya.Bentuk gigi yang sederhana telah dijumpai pada Zaman Ordovisium,dan terjadi evolusi gigi hingga dua susun.

Berikut ini adalah Klasifikasi PELECYPODA secara Paleontologi :

–   Ordo TAKSODONTA : Mempunyai gigi yang hampir sama besar,berjumlah 35 buah (Ordovisium-Resen).

–   Ordo ANISOMYARIA : Mempunyai dua otot adductor ,dimana otot adductor bagian belakang (posterior) lebih besar dari bagian depan (anterior),mempunyai gigi dan socket dua buah (Ordovisium-Resen).

–   Ordo EULAMELLIBRACHIATA : Mempunyai Anterior muscle scar yang lebih kecilketimbang Posterior muscle scar ,tetapi umumnya sama besar,dimana gigi dan susunan giginya tidak sama besar.

5.Kelas GASTROPODA

Berasal dari Bahasa Yunani,Gaster : Perut;Podos : Kaki.Berarti,GASTROPODA adalah hewan yang bertubuh lunak,berjalan dengan perut atau kata lainnya peutnya adalah kaki.

GASTROPODA merupakan hewan hermaprodit,tatapi tidak mampu melakukan otofertilisasi.Contoh GASTROPODA adalah Bekicot (Achatina fulica),Siput air tawar (Lamnaea javanica),Siput perantara fasciolosis (Lamnaea trunculata),dan Siput Laut (Fissurella sp).

Ciri-ciri dari GASTROPODA adalah :

–   Merupakan kelas terbesar dalam Filum MOLLUSCA.

–   Hidupnya di air laut (Marine),dan air payau (Brackish).

–   Rumahnya terdiri dari satu cangkang yang terputar memanjang melalui satu sumbu.

–   Tubuhnya terdiri dari kepala,kaki,dan alat pencernaan.

–   Kepala dilengkapi dengan alat pengunyah yang disebut rongga mantel (berfungsi sebagai insang pada air laut,dan berfungsi sebagai paru-paru pada lingkungan terestris).

–   Cangkang (test) terdiri dari zat gampingandan terpilin secara spiral mengikuti satu garis lurus (Putaran Involut,dan Evolut).

–   Arah putaran cangkang terdiri dari Dekstral (searah jarum jam),yang menunjukkan hidup di Iklim Panas;dan Sinistral (berlawanan arah jarum jam),yang menunjukkan hidup di Iklim Dingin.

Klasifikasi GASTROPODA secara neontologi,didasarkan pada bagian-bagian tubuh lunaknya.Sedangkan yang digunakan untuk identifikasi fosil,didasarkan oleh keadaan posisi insang dan rangkaian anatomi lainnya.Berikut ini klasifikasi GASTROPODA secara Paleontologi :

A.Subkelas PROTOGASTROPODA,terdiri dari :

–   Ordo CYNOSTRACA

–   Ordo COCHILOSTRACEA

B.Subkelas PROSOBRANCHIATA,terdiri dari :

–   Ordo ARCHEOGASTROPODA

–   Ordo MESOGASTROPODA

–   Ordo NEOGASTROPODA

C.Subkelas OPISTHOBRANCHIA,terdiri dari :

–   Ordo PLEUROCOELA

–   Ordo PTEROPODA

–   Ordo ACOELA

D.Subkelas PULMONATA,terdiri dari :

–   Ordo BASOMNATOPHORA

–   Ordo STYLOMNATOPHORA

GASTROPODA penting untuk digunakan sebagai fosil indeks dalam kajian Biostratigrafi.GASTROPODA berkembang cukup baik di daerah tropis.Beberapa spesies mencirikan lapisan tertentu.Oostingh,seorang Paleontologist ,telah berhasil menyusun Stratigrafi Neogen Pulau Jawa yang didasarkan atas fosil indeks GASTROPODA.Berikut ini tabelnya :

Gambar

Tabel 1 : Pembagian Jenjang Neogen Pulau Jawa (Oostingh,1938)

 

DAFTAR PUSTAKA

  • Hilman,Mohan.,etal.,Paleontologi : Bivalvia.Fakultas Teknik Geologi,Universitas Padjadjaran (2009): Jatinangor.
  • Syarifin.,Paleontologi Invertebrata.Jurusan Teknik Geologi,FMIPA,Unpad(____): Bandung.

 

Image 

Gambar 1

Susunan Umum Gigi MAMMALIA

 

Identifikasi gigi pada MAMMALIA terutama yang berukuran besar dapat dilihat dengan mudah,lain halnya pada MAMMALIA kecil,sperti Ordo CHIROPTERA dan RODENTIA,agak sulit untuk diidentifikasi.Pengidentifikasian gigi MAMMALIA,biasanya dilakukan dengan seluk-beluk soal formula gigi (Dental Formula).

Gigi MAMMALIA pada umumnya,terbagi menjadi empat bagian,yaitu :

–   I : INCISIVI (GIGI SERI)

–   C : CANINE (GIGI TARING)

–   P : PRE-MOLAR (GRAHAM DEPAN)

–   M : MOLAR (GRAHAM BELAKANG)

Umumnya,formula gigi akan tersusun sesuai dengan urutan,mulai dari gigi seri sampai dengan gigi graham belakang (I-C-P-M).Jumlah gigi yang dihitung dari tengah gigi seri ,kemudian melingkar ke setengah rahang.Secara sederhana pengamat diminta membelah rahang menjadi dua bagian sama besar , dan rumus gigi hanya digunakan pada setengah rahang saja.

Image

Gambar 2

Anatomi bagian dalam Gigi MAMMALIA

Berikut ini adalah beberapa formula gigi pada Mammalia :

Image

 Image

Tabel 1

Susunan Gigi pada beberapa MAMMALIA

Image

Gambar 3

Pertumbuhan Gigi MAMMALIA

# Keterangan Gambar 3 :

  • Gambar A : Generasi gigi susu.
  • Gambar B : Generasi gigi permanen.
  • Gambar C : Generasi gigi,dimana I : generasi gigi pertama,II : generasi gigi kedua,dengan M sudah ada sejak generasi gigi pertama.

# Catatan tambahan Gambar 3 :

  • id = Incisivi Decidui : Gigi susu seri
  • cd = Caninus Deciduus : Gigi susu taring
  • pd = Praemolares Decidui : Gigi susu graham depan
  • I = Incisivi : Gigi seri Permanen
  • C = Caninus : Gigi taring Permanen
  • P = Praemolares : Gigi graham depan Permanen
  • M = Molares : Gigi graham belakang Permanen

 Image

Gambar 4

Contoh Fosil Gigi Mammalia

 

DAFTAR TABEL DAN GAMBAR

 

Gambar 1,2,3,4,dan Tabel 1 diambil dari Slide Kuliah Paleontologi (GL-2171),Program Studi Teknik Geologi,Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian,Institut Teknologi Bandung.Bandung : Tertanggal 19 November 2009.

 

 

PUSTAKA

 

Slide Kuliah Paleontologi (GL-2171),Program Studi Teknik Geologi,Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian,Institut Teknologi Bandung.Bandung : Tertanggal 19 November 2009.

  1. Definisi

 Gambar

Gambar 1

Sketsa Pekerjaan Paleontologist

Sumber : http://www.blm.gov/ut/st/en/prog/more/cultural/Paleontology.-WidePar-67871-Image.WideParimage.0.1.gif

Diakses pada 09/01/2014 pukul 01.18 WIB

 

Paleontologi,berasal dari Bahasa Yunani (Paleo : Lampau , Onto : Kehidupan , Logos : Ilmu),yang berarti Ilmu yang mempelajari kehidupan pada waktu lampau.Hal ini,memiliki perbedaan dan persamaan dengan Neontologi (Neo : Baru , Onto : Kehidupan , Logos : Ilmu),yang berarti Ilmu tentang kehidupan Resen (saat ini).Persamaannya tentu saja,sama-sama mempelajari makhluk hidup,sedangkan perbedaannya pada objek yang hendak ditelaah.Bilamana Neontologi yang ditelaah langsung pada objeknya,karena kehidupannya masih ada,sedangkan pada Paleontologi yang ditelaah adalah sisa kehidupan lampau yang terawetkan secara alami,dengan minimal usia pada Kala Pleistosen (10000 tahun silam,terhitung sejak Resen),yang sering kita sebut sebagai Fosil (berasal dari kata dalam Bahasa Latin,Fodere,yang berarti to dig out).

Sebagai tambahan,Neontologi biasanya dipelajari pada studi bagian Biologi/Ilmu Hayat,sedangkan Paleontologi lebih dekat pada Ilmu Kebumian/Geologi.

  1. Bentukan Fosil

Berikut adalah bentukan fosil yang sering dijumpai :

  1. Sisa bagian tubuh yang relatif keras

Contohnya : Fosil Tengkorak Pithecanthropus erectus di Sangiran (Pleistosen).

Gambar

Gambar 2 : Fosil Tengkorak Pithecanthropus erectus di Sangiran (Pleistosen)

Sumber : http://theevolutionstore.com/modules/store/images/products/homo_erectus_sangiran_17_pithecanthropus_viii_replica_ss052_m990.jpg

Diakses pada 09/01/2014 pukul 01.20 WIB

  1. Bekas,sebagai bukti kehidupan itu sendiri,misalkan jejak kaki,cetakan bagian tubuh,kotoran hewan (Coprolit)

Contohnya :

–   Fosil cetakan tulang daun pada batulempung di batubara muda,di Formasi Citalang/Tambakan,Cisaar,Majalengka yang berumur Pleistosen awal-Pleistosen tengah.

–   Fosil Imprint rangka burung purba Archeopteryx lithographica.

 Gambar

Gambar 3 : Imprint Archeopteryx lithographica.

Sumber : http://www.ucmp.berkeley.edu/diapsids/birds/archie2.jpg

 

Diakses pada 09/01/2014 pukul 01.22 WIB

 

–   Fosil tapak kerbau yang ditemukan di tuff di Trinil,Jawa Timur berumur Pleistosen.

–   Fosil jejak reptil di Grand Canyon (Perm).

Gambar

Gambar 4 : Sketsa Fosil Jejak Reptil di Grand Canyon

Sumber : http://www.nature.nps.gov/geology/paleontology/pub/grd3_3/images/hunt_and.JPG

Diakses pada 09/01/2014 pukul 01.30 WIB

  1. Syarat Fosilisasi

 Gambar

Gambar 5 : Diagram alir fosilisasi DINOSAURUS

Sumber : http://www.enchantedlearning.com/fgifs/Fossilchart.GIF

Diakses pada 09/01/2014 pukul 01.38 WIB

  1. Organisme telah mati
  2. Memiliki bagian tubuh yang keras :
  1. Pada Tumbuhan:

–   Selulosa ((C6H10O5)n),terdapat pada FUNGI,ALGAE,MYCOMYCITES.

–   Silika (SiO2),terdapat pada DIATOMEA,CAREX,EQUISITES (Tumbuhan ekor kuda).

–   Kalsium Karbonat (CaCO3) ,terdapat pada Coralina officinalis (Alga merah),Halimeda (Alga hijau).

  1. Pada Hewan :

–   Kalsit (CaCO3),terdapat pada CORAL,BRYOZOA,BRACHIOPODA,GLOBOGERINA,ECHINODERMATA.

–   Aragonit (CaCO3),terdapat pada MILIOLINA,QUINQUELOCULINA,TRILOCULINA (FORAMINIFERA);SCAPOPODA (MOLLUSCA);MADREPORARIA(CORAL).

–   Silika (SiO2),terdapat pada RADIOLARIA,SILICISPONGIAE.

–   Kitin (C16H28N2O11.(C8H13NO5)n),terdapat pada HYDROZOA,CRATISPONGIAE,GRAPTOZOA,ARTHOPODA.

–   Kalsium Phosphat (Ca3(PO4)2),terdapat pada ASCIDIAN (PROTOZOA),Tulang hewan-hewan VERTEBRATA.

  1. Segera terhindar dari bakteri pembusuk
  2. Pengaruh lingkungan :

–   Salinitas tinggi

–   Kadar Oksigen rendah

–   Temperatur ekstrem

–   Umumnya terendapkan pada sedimen klastik halus

# Perbedaan antara Aragonit dan Kalsit

  • Aragonit :

–   Bentuk kristal orthorombik,opaq,dan kompak.

–   Jika diteteskan cairan kobalt nitrat,warna berubah menjadi oranye.

  • Kalsit :

–   Bentuk kristal kurang kompak.

–   Jika diteteskan kobalt nitrat,warna berubah menjadi kuning/tetap putih.